Langkat- Bersama ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyalatkan dan menghantarkan jenazah Almarhum Tuan Guru Besilam Babussalam Syekh H Hasyim Al- Syarwani ke pemakaman di Kompleks Nosah Pesantren Babussalam, Padangtualang, Langkat, Minggu (17/11). Sebelum disalatkan, Gubernur Edy Rahmayadi duduk di samping jenazah dan keluarga.
Secara etimologi, karamah karomah berarti penghormatan atau kemuliaan. Di Indonesia, karomah ini populer dengan sebutan keramat. Munculnya karamah pada seorang ulama atau wali Allah merupakan penghormatan atau pemuliaan dan isyarat dari Allah atas eksistensi seorang wali di sisi-Nya. Karomah ini tidak dimiliki semua orang kecuali mereka yang diridhoi Indonesia, tak sedikit ulama yang memiliki karomah. Mereka yang mendapat karomah ini selalu menunjukkan kepribadian baik dan meniru jejak Rasulullah SAW dan menjalankan Pagi kali ini kita akan menceritakan sosok Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan atau lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Babussalam. Ia adalah seorang ulama, ahli fiqih, sufi dan pemimpin Tarekat Naqsabandiyah pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Selain berjasa mendirikan Kampung Besilam atau Babussalam, Kabupaten Langkat sekitar 75 kilometer dari Kota Medan, Syekh Abdul Wahab Rokan memiliki karomah yang luar biasa. Tak heran jika makamnya di Kampung Besilam, Langkat, Sumatera Utara tak pernah sepi dari peziaroh. Nama lengkapnya Syekh Abdul Wahhab bin Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tembusai. Lahir Kampung Danau Runda, Kabupaten Kampar, Riau, pada 19 Rabiul Akhir 1230 H atau 28 September 1811. Wafat pada usia 115 tahun di Babussalam, Langkat, Sumatera Utara, pada Jum'at, 21 Jamadil Awal 1345 H bertepatan dengan 27 Desember 1926. Nama beliau juga diabadikan oleh pendiri Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, Riau, sebagai nama lembaga berbadan hukum yang menaungi Pondok Pesantren ini, yaitu Yasasan Syekh Abdul Wahab Abdul Wahab Rokan lahir dengan nama Abu Qosim. Setelah menunaikan ibadah haji ia berganti nama menjadi Haji Abdul Wahab. Sedangkan tambahan nama Rokan menunjukkan bahwa ia berasal dari Sungai Rokan. Ia lahir dari keluarga bangsawan yang berpendidikan dan taat beragama. Ayahnya Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Tuanku Abdullah Tambusai, seorang ulama terkemuka di kampungnya. Sedangkan buyutnya bernama Tuanku Tambusai, ulama dan pejuang yang masih keturunan keluarga Kerajaan Islam Siak Seri Inderapura. Ibunya bernama Arbaiyah binti Dagi yang masih keturunan Kesultanan Langkat, Sumatera Utara. Tuan Syekh Abdul Wahab pertama kali mendapat pendidikan Quran langsung dari ayahnya. Setelah ayahnya wafat, ia belajar kepada Tuanku Muhammad Shaleh Tambusai dan Tuanku Haji Abdul Halim Tambusai dan Syekh Muhammad Yusuf di Semenanjung Melayu selama dua tahun 1863, ia menunaikan ibadah haji ke Mekkah dan memperdalam ilmu keislaman selama enam tahun 1863-1869. Di antara guru-gurunya di Mekkah yaitu Syekh Saidi Syarif Dahlan mufti mazhab Syafi'i. Syekh Hasbullah ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram. Syekh Muhammad Yunus Abdurrahman Batu Bara ulama Indonesia asal tanah Batak dan Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Abu Qubais, Sulaiman Zuhdi inilah yang kemudian memberi ijazah pegesahan dan membaiat Syekh Abdul Wahab untuk menyiarkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di tanah kelahirannya. Ia menyebarkan tarekatnya tidak hanya di kampungnya saja, namun meliputi wilayah Riau, Tapanuli Selatan, Sumatera Timur, bahkan sampai ke Semenanjung Melayu. Terkait asal-usul Kampung Besilam Langkat ini bermula ketika Syeikh Abdul Wahab mendapatkan wakaf sebidang tanah dari Sultan Langkat pada tahun 1879. Pada tahun 1883, Syekh Abdul Wahab beserta para santrinya kemudian membangun sebuah perkampungan baru di Langkat lengkap dengan masjid dan pesantren. Perkampungan itu semakin berkembang dan diberilah nama Kampung Babussalam yang berarti pintu keselamatan. Masyarakat umum sering menyebutnya Bassilam atau Besilam. Kampung Basilam atau Babussalam ini dibangun Syekh Abdul Wahab pada 1811-1926. Demikian pula nama pesantren dan masjidnya serta kegiatan tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang dipimpin Syeikh Abdul Wahab yang kemudian dikenal dengan sebutan Suluk Bassilam. Sebagai seorang ulama sufi, Syekh Abdul Wahab Rokan cukup dikeramatkan penduduk setempat. Sejumlah cerita keramat tentang beliau cukup populer di kalangan masyarakat Langkat. Di antara karomah beliau yang paling populer adalah ketika diadakannya gotong-royong membangun anak sungai di Kampung Babussalam. Nasi bungkus yang rencananya akan dibagikan kepada peserta gotong-royong ternyata kurang. Nasi yang tersedia hanya 40 bungkus, sementara para pekerja berjumlah ratusan. Melihat itu, Syekh Abdul Wahab menyuruh petugas mengumpulkan kembali nasi yang sudah sempat dibagikan dalam sebuah bakul. Kemudian ia menutupi bakul itu dengan selendangnya dan berdoa. Beberapa saat setelah itu, para petugas kemudian membagikan kembali nasi bungkus itu, dan ternyata jumlahnya berlebih. Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan juga dikenal bisa mendorong perahu-perahu dengan mudah, padahal perahu-perahu itu sangatlah berat dan tak mampu didorong oleh seorang lain, pada saat masa masa penjajahan, Belanda mencurigai Syeikh Abdul Wahab karena tidak pernah kekurangan uang. Lantas Belanda menuduhnya telah membuat uang merasa tersinggung, Syekh Abdul Wahab meninggalkan Kampung Babussalam dan pindah ke Sumujung, Malaysia. Pada saat hijrah itulah beliau menyempatkan waktu mengembangkan tarekat Naqsyabandiyah di kepergian Syekh Abdul Wahab, konon sumber-sumber minyak BPM Batavsche Petroleum Matschapij sekarang bernama Pertamina di Langkat menjadi kering. Kepah dan ikan di lautan Langkat juga menghilang sehingga menimbulkan kecemasan para penguasa Langkat. Akhirnya Syekh Abdul Wahab dijemput dan dimohon untuk kembali ke Babussalam. Setelah itu, sumber minyak pun mengalir dan ikan-ikan bertambah banyak di lautan. Kaum buruh dan nelayan senang Abdul Wahab juga dikisahkan pernah ikut dalam peperangan melawan Belanda di Aceh pada tahun 1308 H atau bertepatan tahun 1891. Menurut cerita dari pihak Belanda yang saat itu sempat mengambil fotonya, Syekh Abdul Wahab Rokan mampu terbang di angkasa. Kemudian menyerang dengan gagah perkasa dan tidak dapat ditembak dengan senapan atau meriam. Setelah Beliau wafat pada tahun 1926 dalam usia 115 tahun, banyak orang yang berziarah dan bernazar ke makamnya. Bertepatan dengan hari wafat Tuan Guru Syeikh Abdul Wahab Rokan diadakan acara haul besar peringatan wafat Tuan Guru Pertama, yakni pada tanggal 21 Jumadil Awal setiap tahunnya. Pada momen ini ribuan pengikut dan peziarah dari pelosok Indonesia dan sejumlah negara Asia datang berbondong-bondong ke Besilam. Selain mengikuti acara dzikir bersama, peziaroh juga bersilaturahmi dengan penerus Tuan Guru Besilam. Di saat itulah Kampung Besilam yang biasanya teduh dan tenang mendadak menjadi sibuk karena kedatangan ribuan murid, peziarah, ulama hingga para wisatawan. Bagi masyarakat Sumatera Utara, Besilam sangat dihormati karena sosok Tuan Syekh Abdul Wahab berpulangnya Tuan Guru Babussalam Syekh Abdul Wahab Rokan, ajaran Tarikat Naqsabandiyah terus diamalkan oleh murid yang menggantikan perannya sebagai penyiar Islam di tanah Langkat. Keadaan kampung Besilam sangat tenang, berada jauh dari pusat keramaian, dan hanya dikelilingi oleh banyak orang memilih Kampung Besilam sebagai tempat tarekat dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebuah pesantren pun berdiri kokoh di tengah kampung. Selain itu terdapat dua masjid, salah satu kompleksnya menjadi makam bagi Syekh Abdul Wahab. Satunya lagi merupakan masjid yang digunakan para santri dan warga kampung untuk Syekh Abdul Wahab adalah ketika sibuk memimpin Tarekat Naqsyabandiyah, ia masih menyempatkan diri menuliskan pemikiran sufistiknya, baik dalam bentuk khutbah-khutbah, wasiat, maupun syair-syair yang ditulis dalam aksara Arab Melayu. Tercatat ada dua belas khutbah yang ia tulis dan masih terus diajarkan kepada jamaah di Babussalam. Wasiat atau yang lebih dikenal dengan nama “44 Wasiat Tuan Guru” adalah kumpulan pesan-pesan Syekh Abdul Wahab kepada seluruh jamaah tarekat, khususnya kepada anak cucu dan keturunannya. Karya tulis Syekh Abdul Wahab dalam bentuk syair, terbagi pada tiga bagian yakni Munajat, Syair Burung Garuda dan Syair Sindiran. Syair Munajat yang berisi pujian dan doa kepada Allah, sampai hari ini masih terus dilantunkan di Madrasah Besar Babussalam oleh setiap muazzin sebelum azan dikumandangkan. Dalam munajat itu tampak keindahan syair Syekh Abdul Wahab dalam menyusun secara lengkap silsilah Tarekat Naqsyabandiyah yang diterimanya secara turun temurun yang terus bersambung kepada Rasulullah SAW. Sedangkan Syair Burung Garuda berisi kumpulan petuah dan nasehat yang diperuntukkan khusus bagi anak dan remaja. Sayangnya, sampai saat ini Syair Burung Garuda tidak diperoleh naskahnya lagi. Sementara itu, naskah asli Syair Sindiran telah diedit dan dicetak ulang dalam Aksara Melayu Indonesia oleh Syekh Haji Tajudin bin Syekh Muhammad Daud Al-Wahab Rokan pada tahun Sejarah Syekh Abdul Wahab Tuan Guru Babussalam, Pustaka Diolah dari berbagai sumber.rhs
Diketahui Tuan Guru Besilam Babussalam Syekh H Hasyim Al-Syarwani menderita sakit yang dikarenakan karena saraf kejepit yang diderita almarhum. Almarhum tuan guru meninggal pada usia 77 tahun. Pantauan www.tribun-medan dilokasi, jenazah almarhum disemayamkan di dalam masjid atau yang biasanya dinamakan rumah suluk Babussalam Besilam.
Tanjung Pura merupakan sebuah kota di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang pernah menjadi pusat penyebaran Islam. Hingga saat ini, identitas keIslaman dari kota ini masih sangat kuat. Identitas sebagai kota para ulama juga masih melekat erat pada kota tua penuh sejarah ini. Salah satu ulama terkemuka yang berkontribusi besar dalam pembentukan keagamaan masyarakat Tanjung Pura adalah Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Hidup Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy NaqsabandiSyekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Naqsabandi atau yang sering disebut dengan Tuan Guru Besilam, dilahirkan pada 19 Rabiul Awal 1230 H/ 28 September 1830 M, dan meninggal pada 21 Jumadil Awal 1345 H/ 27 Desember 1926 M, pada usia 115 tahun. Ia berasal dari kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Negeri Tinggi, Rokan Tengah, Kabupaten Kampr, Provinsi Riau Rokan dinisbantkan kepada daerah asalnya. Ia meninggal dan dimakamkan di Babussalam. Hingga saat ini, pemakamannya masih dapat disaksikan di kampung Babussalam dan senantiasa ramai diziarahi oleh para kecilnya, ia dinamai dengan Abu Qasim. Ayahnya bernama Abdul Manaf bin M. Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tembusai, yang merupakan keturunan dari raja Siak. Ibunya bernama Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy NaqsabandiSyekh Abdul Wahab Rokan, berasal dari keluarga yang terkenal sebagai alim besar dan shalih. nenekandanya, yakni Haji Abdullah Tembusai merupakan seorang ulama yang disegani di daerahnya. Diriwayatkan dalam sebuah sumber bahwa syekh Abdul Wahab Rokan merupakan seseorang yang berpenampilan sederhana, ia berperawakan sedang, kulitnya putih kuning, air mukanya bersih dan menarik hati setiap orang yang melihatnya. Ia berakhlak baik, tekun beribadah, zhid, dan senantiasa melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah. Ia juga merupakan seseorang yang istiqomah dan teguh berusia dua tahun, ibunya meninggal dunia. Hal ini kemudian menjadikan ia diasuh oleh ayahnya. Ayahnya inilah yang kemudian menjadi madrasah pertama bagi syekh Abdul Wahab Rokan dalam mempelajari ilmu agama. Sepeninggal ayahnya, ia tinggal bersama kakaknya, yakni Seri Barat dan M. ia lanjutkan dengan belajar ke Tembusai. Ia juga pernah belajar ke Malaysia dengan salah seorang gurunya, bernama Syekh H. Muhammad Yusuf, yang lebih dikenal dengan Tuk Ongku. Setelah dua tahun belajar di Malaysia, akhirnya ia berniat untuk pergi belajar ke Ilmu ke MakkahPada tahun 1280 H, ia berangkat ke Makkah. Ia kemudian berguru kepada banyak guru di Mekkah, di antaranya adalah syekh Sulaiman Zuhdi yang merupakan seorang pemimpin tarekat Naqsabandiyah di Syekh Abdul Wahab untuk mendalami Tasawuf ketika di Makkah adalah ketika ia melihat dan membandingkan antara kehidupan fuqoha dengan kehidupan para sufi yang cenderung lebih sederhana. Maka dari itu, ia kemudian memutuskan untuk mempelajari proses memperdalam pengetahuannya tentang tasawuf, ia mempelajari kitab ihya ulumuddin, yang ditulis oleh Imam Al-Ghazali, serta beberapa kitab lainnya. Pengetahuannya berkaitan dengan tarikat dikembangkannya dengan belajar lebih dalam kepada syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Abi Kubis, Makkah. Ia bersungguh-sungguh dalam mempelajari tarikat ini, hingga akhirnya ia mendapat ijazah dari syekh Sulaiman Zuhdi sebagai penanda diperbolehkannya ia untuk menyebarkan ajaran Tariqat Naqsabandiyah. Sejak saat itulah, ia digelari dengan nama syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi ke Indonesia dan Menyebarkan Ajaran TarekatSetelah enam tahun belajar di Makkah, ia kembali ke Indonesia dan mulai menyebarkan ajaran tariqat Naqsabandiyah. Ia behasil menjadi ulama termasyhur di Indonesia. Hal ini kemudian membuat salah seorang sultan dari kesultanan Langkat, yakni Sultan Musa untuk mengundang syekh Abdul Wahab Rokan datang ke Langkat untuk mengajar di Langkat. Pada tahun 1865 M, ia dan pengikutnya mulai mengajar di awalnya, ia masih belum menetap di Langkat. Hingga pada suatu saat, Sultan Musa memberikan tawaran kepadanya untuk menetap di Langkat. Tawaran ini diterima oleh syekh Abdul Wahab Rokan. Sultan Musa kemudian memberikan sebuah daerah di hulu Sei Batang Serangan untuk dijadikan tempat menetap syekh Abdul Wahab beserta pengikutnya, dan didirikanlah sebuah perkampungan yang diberi nama “Babussalam”, yang berasal dari kata “bab, yang artinya pintu, dan salam, yang artinya keselamatan.”. jadi, secara bahasa, Babussalam berarti “pintu keselamatan”. Pada perkembangannya, kampung ini kemudian dijadikan sebagai pusat pengajaran dan penyebaran tarikat Naqsabandiyah di Sumatera Utara yang terkenal hingga ke Abdul Wahab Rokan beserta pengikutnya kemudian membuka dan mengembangkan kampung ini secara bersama-sama. Melalui pengajaran tarikat yang diberikan, kampung ini menjadi sebuah kampung dengan nilai keIslaman yang sangat tinggi, bahkan hingga saat ini. Kampung ini dijadikan sebagai daerah otonomi tersendiri, yakni daerah antara keistimewaannya adalah kampung ini tidak dikenakan beban pajak oleh kesultanan Langkat pada waktu itu, dan pemerintah saat ini. Selain itu, kampung ini juga pernah menjadi kampung teladan yang berhasil mengembangkan pertanian pada masa syekh Abdul Wahab daerah istimewa, kampung ini diatur dengan aturan-aturan yang dibuat oleh syekh Abdul Wahab Rokan sebagai pemimpin tertinggi di Babussalam. Begitulah gambaran dari kampung Babussalam yang kemudian dikenal dengan Besilam di bawah pimpinan syekh Abdul Wahab saat ini, kampung ini menjadi kampung yang ramai dikunjungi oleh para peziarah yang ingin menziarahi makam syekh Abdul Wahab Rokan, maupun orang-orang yang ingin belajar tarikat Naqsabandiyah. Babussalam tetap berseri, lestari dengan segenap adat istiadat dan wasiat dari tuan Guru Besilam Babussalam, Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi RujukanBiografi Ulama Besar Langkat Syekh Abdul Wahab Tuan Guru Babussalam, diterbitkan di Stabat, oleh Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kesultanan Langkat, ditulis oleh Djohar Arifin Pertumbuhan Kesultanan Langkat, Deli, dan Serdang, ditulis oleh Usman Pelly, Ratna R., dan T. Ibrahim Alfian. Diterbitkan di Jakarta, tahun 1986, oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Sejarah Masjid Azizi Tanjung Pura-Langkat-Sumatera Utara, ditulis oleh M. Kasim Abdurrahman. Diterbitkan di Jakarta, tahun 2011, oleh Melayu, oleh Ahmad dalam Sejarah dan Perjuangan Kemerdekaan, ditulis oleh Zainal Arifin. Diterbitkan di Medan, tahun 2002, oleh Mitra Posts

TuanGuru Haji Umar dilahirkan di Desa Kelayu Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur NTB sekitar tahun 1208 H. (1789 M) dari pasangan Kyai Retane alias Syekh Abdullah dan Hajjah Siti Aminah. Dalam konteks sosial-keagamaan leluhurnya terkenal 'alim dan taat menjalankan syari'at agama Islam. Mereka tergolong bergaris keturunan darah biru

kali dibacaInnalillahi wainnailaihi rajiun. Ulama kharismatik asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani, atau yang dikenal dengan panggilan Tuan Guru Besilam, wafat pada Sabtu 16/11, pukul WIB dalam usia 82 tahun. Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Minggu bakda dzuhur, di kompleks perkuburan Babussalam, yang terletak di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Syekh Haji Hasyim Al-Syarwani wafat di Rumah Sakit Colombia Medan, Sumut setelah menjalani perawatan karena sakit yang dideritanya. Tuan Guru Syekh H Hasyim Al-Syarwani adalah pimpinan Pondok Pesantren Tuan Guru Babussalam, pusat tarekat Naqsabandiyah terbesar di Asia Menurut catatan wikipedia, kampung thariqat ini pertama kali dibangun oleh Almarhum Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Babussalam. Ia adalah seorang Ulama dan pemimpin Tarekat Naqsabandiyah. Pengganti Syekh Abdul Wahab Rokan yang pertama sebagai Tuan Guru Babussalam adalah putranya yang tertua, Syekh H Yahya Afandi. Sementara itu, Syekh H Hasyim Al-Syarwani adalah cucu dari Tuan Guru Babussalam, dan merupakan Tuan Guru ke-10 dari Tarekat Naqsabandiyah ini. SilaturahmiKe Tuan Guru Besilam, Kapolda Sumut mohon Doa selalu amanah. LANGKAT | Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S, M.Si kunjungan silaturahmi ke Pesantren Persulukan Tariqat Naqsyabandiyah Tuan Guru Besilam, di Kabupaten Langkat, Jumat (25/3). LANGKAT, – Mantan Gubernur DKI Jakarta Rasyid Anies Baswedan melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Babussalam, Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sabtu 5/11/2022. Ribuan relawan dan masyarakat tampak sangat antusias menyambut kehadiran calon presiden 2024 yang diusung Partai Nasdem tersebut. Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Anies bertemu langsung Tuan Guru Babussalam Syekh Fuad MA. Anies banyak mendengar kisah dan silsilah perkampungan Tariqat Naqsabandiyah yang didirikan Tuan Guru Babussalam pertama Syekh Abdul Wahab Rokan yang banyak mengukir sejarah keislaman dan perjuangan bangsa di Sumatera Utara sejak zaman Kesultanan Langkat. Dalam pertemuannya dengan Tuan Guru Babussalam, Anies juga berkesempatan makan siang bersama dan berziarah ke makam almarhum Tuan Guru Syekh Wahab Rokan Al Khalidi Naksabandi. Dihadapan sejumlah wartawan yang hadir, Anies mengatakan, bahwa Kampung Babussalam Tariqat Naqsabandiyah Syekh Abdul Wahab Rokan Al Khalidi Naksabandi di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, merupakan Tunggul Sejarah’ di Sumatera, yang tidak bisa dilupakan. “Kampung Babussalam ini merupakan salah satu Tunggul Sejarah perjuangan umat islam di Sumatera,” ungkapnya sambil menuju makam Tuan Guru Syeikh Abdul Wahab Rokan. Kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu disambut ribuan Relawan DPD Anies Pemimpin 2024 Kabupaten Langkat dan masyarakat simpatisan serta kader Partai Nasdem Langkat. mag-2 LANGKAT, – Mantan Gubernur DKI Jakarta Rasyid Anies Baswedan melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Babussalam, Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sabtu 5/11/2022. Ribuan relawan dan masyarakat tampak sangat antusias menyambut kehadiran calon presiden 2024 yang diusung Partai Nasdem tersebut. Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Anies bertemu langsung Tuan Guru Babussalam Syekh Fuad MA. Anies banyak mendengar kisah dan silsilah perkampungan Tariqat Naqsabandiyah yang didirikan Tuan Guru Babussalam pertama Syekh Abdul Wahab Rokan yang banyak mengukir sejarah keislaman dan perjuangan bangsa di Sumatera Utara sejak zaman Kesultanan Langkat. Dalam pertemuannya dengan Tuan Guru Babussalam, Anies juga berkesempatan makan siang bersama dan berziarah ke makam almarhum Tuan Guru Syekh Wahab Rokan Al Khalidi Naksabandi. Dihadapan sejumlah wartawan yang hadir, Anies mengatakan, bahwa Kampung Babussalam Tariqat Naqsabandiyah Syekh Abdul Wahab Rokan Al Khalidi Naksabandi di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, merupakan Tunggul Sejarah’ di Sumatera, yang tidak bisa dilupakan. “Kampung Babussalam ini merupakan salah satu Tunggul Sejarah perjuangan umat islam di Sumatera,” ungkapnya sambil menuju makam Tuan Guru Syeikh Abdul Wahab Rokan. Kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu disambut ribuan Relawan DPD Anies Pemimpin 2024 Kabupaten Langkat dan masyarakat simpatisan serta kader Partai Nasdem Langkat. mag-2 Artikel Terkait BesilamTuan Guru - Kabupaten Langkat Thông tin về địa điểm Besilam Tuan Guru thuộc địa bàn Kabupaten Langkat được chia sẻ bởi Amaziah Situngkir Besilam Tuan Guru có địa chỉ tại Besilam, Padang Tualang, Langkat Regency, North Sumatra 20852, Indonesia chuyên mục Giáo đường Do Thái.

Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali Sulawesi Lainnya Sumatera Jawa Bali Daerah Lainnya Anies Baswedan menemui Tuan Guru Besilam Babussalam Sumber Tim Tvone/ Ahmidal Yauzar Berkunjung ke Tuan Guru Besilam, Anies Baswedan menilai Babussalam merupakan simpul dalam menjaga nilai-nilai kebaikan. Sabtu, 5 November 2022 - 1506 WIB Langkat, Sumatera Utara - Berkunjung ke Tuan Guru Besilam, Anies Baswedan menilai Babussalam merupakan simpul dalam menjaga nilai-nilai kebaikan. Hal itu dikatakatan Anies saat menemui Tuan Guru Besilam Babussalam, Syekh Zikmal Fuad di Persulukan Babussalam, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Sumut, Sabtu 5/11/2022. "Persulukan Babussalam ini merupakan simpul terjaganya nilai-nilai kebaikan. Saya sangat bahagia bisa sampai ke sini dan bertemu dengan Tuan Guru. Saya banyak mendapat nasehat dari beliau," ujar kunjungannya, Anies terlihat berbincang dan menyampaikan beberapa pesan mengenai amanat ke depannya."Kami mendapatkan sebuah amanat baru, amanat ini tidak pernah kami ikhtiarkan sebagaimana juga amanat kemarin bertugas di Jakarta. Kami dapat amanah itu ketika saya mendengar, saya sampaikan saya akan menunggu restu dari ibunda kami. Kemarin kami dapatkan undang ke Medan, ke Sumatera Utara tidak pernah akan lengkap tanpa ikut ke Besilam," kata juga terlihat didampingi sejumlah pengurus NasDem Sumut, diantaranya Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar ST, Sekretaris Syarwani, Bendahara Iqbal P Simangunsong, Ketua Dewan Pakar Rahudman Harahap dan sejumlah anggota DPRD Sumut dan kabupaten, kota dari Fraksi NasDem. Usai bertemu Tuan Guru Besilam, Anies menyapa relawannya. Sebelum meninggalkan tempat itu, Anies pun menyempatkan diri berziarah ke makam para Tuan Guru Besilam terdahulu. ayr/wna Halaman Selanjutnya Berita Terkait PPP Sebut PAN Tawarkan Erick Thohir Jadi Cawapres Ganjar ke Megawati NasDem Anggap Kasus Korupsi yang Menyeret Syahrul Yasin Limpo Bukan Masalah Serius Luhut Dituding Temui Surya Paloh di London Agar Cabut Dukungan untuk Anies Baswedan, Ini Katanya Mentan SYL Terseret Kasus Korupsi, Dedy Ramanta Tidak Ada Kaitannya dengan NasDem Topik Terkait Anies Baswedan Besilam Langkat Tuan Guru Partai Nasdem Nasdem Dpw Pilpres 2024 Saksikan Juga Jangan Lewatkan Berhasil Kalahkan Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting Lolos ke Semifinal Indonesia Open Arena 16/06/2023 - 2125 Ginting berhasil menaklukan Jojo dalam dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-16 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 16/6/2023. PPP Sebut PAN Tawarkan Erick Thohir Jadi Cawapres Ganjar ke Megawati Nasional 16/06/2023 - 2124 Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy alias Romy sebut PAN sudah tawarkan Menteri BUMN Erick Thohir jadi cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Alejandro Garnacho Masuk Dalam Daftar Pemain Argentina yang Satu Tim dengan Lionel Messi dan Cristian Ronaldo Bola Dunia 16/06/2023 - 2117 Alejandro Garnacho memiliki kewajiban untuk memainkan tiga laga internasional bersama timnas Argentina untuk mendapatkan titelnya sebagai pemain Argentina. Paksu Wajib Tahu! 11 Titik Sensitif Wanita Sekali Sentuh Bikin Bunda Bergetar Nikmat Kesehatan 16/06/2023 - 2114 Selain untuk memberikan rangsangan, menyentuh titik sensitif wanita adalah hal menyenangkan sebelum paksu dan bunda memulai hubungan seksual. Bahkan dapat membangkitkan gairah seks HSS Siapkan Dana Rp15 Miliar, Menpora Berharap Animo Olahraga Tinju Indonesia Meningkat Arena 16/06/2023 - 2113 Menpora RI Dito Ariotedjo, memberikan apresiasinya kepada Holywings Sport Show HSS yang akan menggelar pertandingan tinju HSS 2023. Begini Solusi Bagi Perempuan Haid yang Ingin Thawaf Ifadhah Religi 16/06/2023 - 2058 Rukun haji yang ketiga adalah thawaf ifadhah. Konsultan Ibadah Daker Madinah KH Ahmad Wazir Ali berbagi solusi bagi perempuan haid yang akan Tawaf Ifadah. Trending Heboh Rangkap Jabatan, Kejati Jambi Gempa Sudah Diberhentikan Sebagai Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Sejak 3 Februari 2023 Nasional 16/06/2023 - 1051 Kabag Hukum Pemerintah Kota Jambi, Gempa Awaljon Putra saat ini tengah menjadi sorotan publik. Terlebih LHKPN viral di sejumlah media sosial. Terungkap! Sosok Ini yang Buat Lionel Messi Batal ke Indonesia Timnas 16/06/2023 - 0823 Argentina dipastikan tidak akan diperkuat tiga bintang mereka, yakni Lionel messi, Angel Di Maria, dan Nicolas Otamendi saat menghadapi Timnas Indonesia, Senin 7 Hari Berat Badan Turun 20 Kg, Ternyata Segampang Itu Tanpa Diet dan Olahraga, Kata dr Zaidul Akbar Cukup Makan… Kesehatan 16/06/2023 - 0430 Tak disangka ternyata cara menurunkan berat badan sebanyak 20 kg sangat mudah. Menurut dr Zaidul Akbar tak perlu diet dan olahraga, cukup makan ini saja... Mario Dandy Bayar Restitusi Rp100 M ke David Ozora, Pengacara Semua Hartanya Bisa Disita Nasional 16/06/2023 - 0520 Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban LPSK mencatat restitusi biaya perawatan rumah sakit hingga kondisi sampai saat ini korban penganiayaan David Ozora 17 mencapai seratus miliar rupiah lebih. Bahas Vaksinasi dan Isoman Pasien Covid-19 saat Endemi, Kemenkes Libatkan Tim Ahli Nasional 16/06/2023 - 1044 Bahas vaksinasi dan isoman pasien Covid-19 saat endemi, Kementerian Kesehatan Kemenkes libatkan tim ahli. MK Putuskan Sistem Pemilu Terbuka, SBY Singgung Perppu Ciptaannya soal Pilkada Nasional 16/06/2023 - 1222 Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono SBY menyambut baik keputusan Mahkamah Konstitusi MK yang menolak sistem pemilu tertutup atau hanya coblos partai. KPK Bantah Narasi Targetkan Mentan Syahrul Yasin Limpo Nasional 16/06/2023 - 0829 Komisi Pemberantasan Korupsi KPK membantah narasi pihaknya menargetkan Menteri Pertanian Mentan RI Syahrul Yasin Limpo dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian. Selengkapnya Viral Jadwal Hari Ini 2230 - 2330 Kabar Hari Ini 2330 - 0000 Kabar Arena 0000 - 0100 Kabar Dunia Selengkapnya

peringatanHaul ke-98 Tuan Guru Besilam Syekh Abdul Wahab Rokan PADANG TUALANG, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bersilaturahim ke Kampung Religi Besilam di Padang Tualang, Langkat, Jumat
Аፃеղачи д еፉխмቲχиጠуቯጠщ ювሗሙепреሀ
Опевէջоኸо θነቿμጰщогዖАծοձофι остиφ
Ψታጭ уሚоኝуչիжՉюгусахολ ушарсուл
Θቱоվаβе зኚФα և
ቄδիди хило роፕեпрጷጾуСкኦձа глабуλυзև
GubernurSumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi menghadiri peringatan Haul ke-96 Tuan Guru Besilam Syekh Abdul Wahab Rokan Al Khalidi Naqsyabandi yang jatuh pada tanggal 21 Jumadil Awal 1441 Hijriah di Madrasah Besar Babussalam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sabtu (18/1/2020). Gubernur juga berkesempatan bersilaturahmi dengan Tuan IATV7K.
  • q4vza89rhi.pages.dev/354
  • q4vza89rhi.pages.dev/667
  • q4vza89rhi.pages.dev/705
  • q4vza89rhi.pages.dev/795
  • q4vza89rhi.pages.dev/686
  • q4vza89rhi.pages.dev/200
  • q4vza89rhi.pages.dev/945
  • q4vza89rhi.pages.dev/750
  • silsilah tuan guru besilam