Berdasarkan ayat di atas, jelas bahwa bahasa yang digunakan Al-Qur’an adalah bahasa Arab asli, sekalipun bukan berarti bahwa Al-Qur’an diturunkan khusus untuk bangsa Arab. Sebab, berdasarkan keterangan Al-Qur’an sendiri dan praktek Nabi, agama Islam yang sumber pokoknya Al-Qur’an ditujukan untuk seluruh umat manusia.
Hakim Muda Harahap, Ayat-ayat Korupsi, (Yogyakar ta: Gama Media, 2009): 80-82. Budi Birahmat: Korupsi dalam Perspektif Alquran 75 sama juga datang dari pandangan sebagian ahli fi qh mengenai kata
Baca Juga. Quraish Shihab: Al-Quran Sendiri Membuktikan Keotentikannya. Menurut Quraish, dalam kebebasan yang bertanggung jawab inilah timbul pembatasan-pembatasan dalam menafsirkan Al-Qur'an, sebagaimana pembatasan-pembatasan yang dikemukakan dalam setiap disiplin ilmu. "Mengabaikan pembatasan tersebut dapat menimbulkan polusi dalam pemikiran
Terjadinya perbedaan pendapat dalam fikih salah satunya karena belum mengetahui hadis tentang suatu masalah tersebut. Hidup di dalam masyarakat yang beraneka ragam akan memunculkan perbedaan di dalamya. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima dan disikapi dengan bijak.
Pendapat Ulama Sekitar Urutan Surah Alquran Para sahabat maupun para ulama sepakat bahwa urutan ayat-ayat Alquran adalah tauqifiy, artinya penetapan dari Rasul saw. Sementara urutan surah-surah Alquran masih terjadi perbedaan pendapat di kalangan mereka. (Anwar, 2002: 62) Ada tiga pendapat yang berbeda mengenai urutan surah-surah
Para Imam Qurra’ berbeda pendapat dalam menghitung jumlah ayat al-Qur’an. Tujuan Penelitian ini, yaitu pertama, mendeskripsikan perbedaan pendapat para ulama tentang jumlah ayat pada masing-masing surat. Kedua, mendeskripsikan mushaf al-Quran yang diterbitkan oleh beberapa penerbit. Ketiga, merumuskan implikasi perbedaan pendapat para ulama terhadap penerbitan mushaf al- Quran.Penelitian
Adapun kekurangan dari pendekatan ini adalah diantaranya: Menjadikan petunjuk ayat alquran yang ada. Hal ini menimbulkan kesan seakan-akan ayat alquran memberikan pedoman tidak utuh, dan konsisten, karena adanya perbedaan, akibat dari tidak diperhatikannya ayat-ayat yang mirip. Melahirkan penafsiran yang bersifat subyektif.
KAJIAN AL-QURAN & HADIST: TEKS DAN KONTEKS. MMR UIN Bandung. 2018, Madrasah Malem Reboan (MMR) & Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Buku ini mencoba menjawab kesan tersebut dengan menya-jikan pembacaan atas Al-Qur’an dan hadis yang tidak melulu ber-kaitan dengan teksnya. Sebagian tulisan menyajikan analisis
Kaidah-Kaidah Untuk Memahami Ikhtilaf (Perselisihan Pendapat) 1. Ikhtilaf Adalah Perkara Yang Kauni (Sunnatullah), Sedangkan Mencegahnya Merupakan Perkara Yang Syar’i. Dengan kehendak dan hikmah-Nya yang tepat, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menakdirkan ummat ini berpecah belah sebagaimana halnya (kaum) ahli kitab sebelumnya telah berpecah
Tulisan ini kan mengulas beberapa poin tentang cara menyikapi perbedaan sesuai dengan ajaran Islam agar perbedaan itu menjadi rahmat bukan laknat. Pertama, selalu berusaha mencari titik temu dalam setiap perbedaan yang ada. Dalam bahasa al-Quran, titik temu ini diistilahkan dengan Kalimatun Sawa .
b. Dalalah Alquran tentang hukum-hukum Semua umat Islam mengakui bahwa Alquran diturunkan secara mutawatir, sehingga dari sisi ini Alquran disebut qath’i al-tsubut. Namun, dari sisi dalalah Alquran tentang hukum tidak semuanya bersifat qath’i, tetapi ada yang bersifat zanni. Cukup banyak ayat-ayat qathi dalam Alquran.
sbj5. q4vza89rhi.pages.dev/797q4vza89rhi.pages.dev/292q4vza89rhi.pages.dev/37q4vza89rhi.pages.dev/303q4vza89rhi.pages.dev/533q4vza89rhi.pages.dev/374q4vza89rhi.pages.dev/3q4vza89rhi.pages.dev/833
ayat alquran tentang perbedaan pendapat